Good Corporate Governance

now browsing by category

 

Training Annual Report Berbasis GCG Tanggal 11 – 12 Oktober 2016

Laporan Tahunan (Annual Report) merupakan laporan yang wajib disusun oleh setiap perusahaan, yang digunakan sebagai bahan laporan kepada pemegang saham termasuk juga para pemangku kepentingan lainnya. Saat ini, tuntutan pengungkapan dan keterbukaan informasi telah menjadi bagian dalam praktek tata kelola perusahaan (GCG) yang semakin didorong penerapannya oleh para regulator.training-penyusunan-annual-report-berbasis-gcg-sesuai-kriteria-ara-dan-ojk-pt-multi-utama-indojasa-muc-consulting-group

Annual Report dituntut untuk semakin transparan.  Dalam mendorong penerapan prinsip transparansi, sejumlah regulator menyelenggarakan ajang kompetisi Laporan Tahunan yang dikenal sebagai Annual Report Award (ARA) sejak tahun 2001, yang merupakan hasil kerjasama berbagai institusi meliputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, Kementerian BUMN, Ditjen Pajak, Ikatan Akuntan Indonesia dan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Kompetisi ini dipandang cukup prestise bagi perusahaan, mengingat bahwa Annual Report telah menjadi media komunikasi yang efektif kepada berbagai pihak tentang kinerja dan prospek perusahaan ke depan. Keikutsertaan dalam ajang ARA menjadi salah satu sarana untuk memperoleh masukan dari berbagai kalangan terkait Annual Report yang telah disusun sekaligus memantapkan keberadaan perusahaan di komunitas keuangan.

Dalam menyusun Annual Report dibutuhkan kiat-kiat tertentu dan wajib memenuhi kriteria yang ditentukan oleh regulator.  Sebagai salah satu media komunikasi yang merepresentasikan suatu perusahaan, tampilan design Annual Report harus dapat menggambarkan perusahaan dan disesuaikan dengan corporate identity perusahaan tersebut, serta didesign dengan tampilan menarik. Adapun layout dari design sedapat mungkin menampilkan informasi yang ada dalam Annual Report secara komunikatif, dan informatif untuk memudahkan penonjolan informasi-informasi penting tentang kinerja perusahaan, serta untuk memudahkan dalam proses penjurian ARA.

Multi Utama Indojasa (MUC) mengadakan Pelatihan Annual Report Berbasis GCG sesuai dengan Kriteria ARA dan OJK pada tanggal 11 – 12 Oktober bertempat di Hotel Swiss Belinn Simatupang Jakarta Selatan.  Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan lengkap sekaligus keterampilan dalam menulis Annual Report yang dipandu oleh narasumber yang kompeten dan telah membawa sejumlah perusahaan menjadi pemenang ARA dengan mengupas tuntas penguasaan konten dan kualitas penyusunan Annual Report yang lengkap.

Peserta Pelatihan

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan lengkap bagi para penulis Annual Report perusahaan, baik di internal perusahaan maupun juga para copywriter dari perusahaan penyedia jasa Annual Report. Materi yang dibahas akan mengupas secara tuntas kriteria Annual Report Award.

  1. Direksi
  2. Dewan Komisaris
  3. Corporate Secretary
  4. Investor Relation / Corporate Communication
  5. Konsultan Penyusun Annual Report
  6. Pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan Annual Report

Tujuan Pelatihan

  1. Memahami pentingnya penyusunan Annual Report dan dasar hukum
  2. Memahami kriteria-kriteria penilaian dalam ARA
  3. Memahami proses penyusunan Annual Report secara tepat dan komprehensif
  4. Memahami penulisan bagian GCG dan informasi-informasi penting dalam Annual Report
  5. Memperoleh gambaran yang jelas tentang penyusunan Annual Report berbasis GCG sekaligus proses penilaian ARA

Materi Pelatihan

  1. Annual Report dalam Perspektif Implementasi GCG
  2. Pemahaman Kompetisi Annual Report Award
  3. Kiat Jitu Menang Annual Report Award
  4. Corporate Sharing Practices: Pengalaman Perusahaan Juara ARA
  5. Case Study Annual Report

 

INFORMASI & REGISTRASI:

MUC Consulting Group BEBY AGUSTINA (+62822 1331 3257)

ASDIANAWATY (+62813 1485 1327) Telp : (+62-21) 7884 1036, 7884 7078 Fax : (+62-21) 7884 1035

Email: info@muc-advisory.com beby.agustina1974@gmail.com

web : www.muc-advisory.com

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Segenap Staff dan Manajemen PT Multi Utama Indojasa mengucapkan :

Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Taqobblallahu Minna Waminkum.

Terima kasih telah menggunakan layanan kami.  Mohon maaf lahir dan batin.

 

Garuda Maintenance Facility Raih 2 Penghargaan Spotlight Awards

Garuda Maintenance Facility memperoleh penghargaan Spotlight Awards yang diselenggarakan League of American Communications Professionals LLC (LACP) di Naples, Florida, Amerika Serikat. Dalam penghargaan tersebut, Garuda Maintenance Facility mendapatkan First Rank (Platinum) urutan 11 dalam Rank Top-100 worldwide all categories dari total peserta di seluruh dunia dengan nilai 99 dari 100.

Annual Report  PT Garuda Maintenance Facility Tahun 2015 - Konsultan Penyusunan Annual Report PT Indojasa Spotlight Awards - Platinum Awards - Annual Report PT Garuda Maintenance Facility (Garuda Indonesia Group)

Garuda Maintenance Facility juga meraih Bronze dalam ajang ajang yang sama.

Sustainability Report PT GAruda Maintenance Facility Tahun 2015 - Konsultan Penyusunan Annual Report PT Indojasa Spotlight Awards - Bronze Awards - Sustainability Report PT Garuda Maintenance Facility (Garuda Indonesia Group)

Penghargaan dari dunia internasional terkait hasil laporan tahunan (annual report), ini diberikan dalam ajang League of American Communications Professionals LLC (LACP) 2015 Spotgtht Award yang berkedudukan di Naples, Florida, Amerika Serikat.

 

Garuda Maintenance Facility Raih Bronze dalam Annual Report Competition

Garuda Maintenance Facility raih Bronze dalam LACP’s Annual Report Competition, the 2014 Spotligth Awards, Garuda Maintenance Facility merupakan 1 dari 4  perusahaan dari Indonesia yang masuk dalam Top 100 Annual Reports Worldwide.  Penghargaan yang diperoleh ini merupakan penghargaan pertama kali untuk penyusunan Sustainability Report.

Sustainability Report PT GAruda Maintenance Facility Tahun 2015 - Konsultan Penyusunan Annual Report PT Indojasa

Spotlight Awards - Bronze Awards - Sustainability Report PT Garuda Maintenance Facility (Garuda Indonesia Group)

Garuda Maintenance Facility juga meraih Platinum untuk Annual Report 2015.

 

 

Bank Jateng Peringkat 65 dalam 100 Daftar Perusahaan Terbaik Dunia

Bank Jateng Peringkat 65 dalam 100 Daftar Perusahaan Terbaik Dunia pada LACP’s Annual Report Competition, the 2014 Spotligth Awards ini, Bank Jateng merupakan 1 dari 4  perusahaan dari Indonesia yang masuk dalam Top 100 Annual Reports Worldwide.

Annual Report PT Bank Jateng Tahun 2015 - Konsultan Penyusunan Annual Report PT Indojasa Spotlight Awards - Silver Awards - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah

 

PT Pupuk Indonesia (Persero) Raih Penghargaan Internasional

PT Pupuk Indonesia (Persero) raih penghargaan Internasional dalam ajang Spotlight Awards yang diselenggarakan League of American Communications Professionals LLC (LACP) yang berkedudukan di Naples, Florida, Amerika Serikat.

PT Pupuk Indonesia (Persero) menduduki peringkat 23 dunia dalam Top 100 Annual Reports Worldwide Winners. LACP’s Annual Report Competition, the 2015 Spotlight Awards merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan internasional terhadap Laporan Tahunan yang berkualitas dan memiliki keunggulan dari seluruh dunia.

Annual Report PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2015 - Konsultan Penyusunan Annual Report PT Indojasa Spotlight Awards - Platinum Awards - Annual Report PT Pupuk Indonesia (Persero)

LACP’s Annual Report Competition, Spotlight Awards merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan internasional terhadap laporan tahunan yang berkualitas dan memiliki keunggulan dari seluruh dunia.

Beberapa perusahaan Indonesia yang juga mendapat penghargaan dan masuk dalam Top 100 antara lain Annual Report PT Bank Jateng peringkat 65 (Silver), Annual Report PT Garuda Maintenance Facility peringkat 11 (Platinum) dan Sustainability Report PT Garuda Maintenance Facility peringkat 98 (Bronze).

bright PLN Batam Juara 2 ARA untuk Kategori Private Non Keuangan Non Listed

PT Pelayanan Listrik Nasional Batam meraih Juara 2 pada ajang ARA untuk Kategori Private Non Keuangan Non Listed.  Gelaran rutin Annual Report Award (ARA) kembali diadakan tahun ini. Acara ini diselenggarakan oleh 7 pihak yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dirjen Pajak Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), dan Komite Nasional Kebijakan Governance (KKNG) di Hotel Ritz Carlton.

Penghargaan ini bertujuan untuk melakukan penilaian atas keterbukaan informasi dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam laporan tahunan masing-masing perusahaan.  Penilaian pemenang dilakukan berdasarkan 8 kriteria penilaian kualitas informasi dalam laporan tahunan yaitu:
– Umum: Bobot 2%
– Ikhtisar Data Keuangan Penting: 5%
– Laporan Dewan Komisaris dan Direksi: 3%
– Profil Perusahaan: 8%
– Analisa dan pembahasan manajemen atas kinerja perusahaan: 22%
Good Corporate Governance: 35%
– Informasi Keuangan: 20%
– Lain-lain: 5%

Annual Report PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (bright PLN Batam) Tahun 2014- PT Multi Utama Indojasa - Kontak 021 78847078-78841036

Seusai menerima penghargaan ARA tersebut, Direktur Utama Dadan Kurniadipura bright PLN Batam sempat memberikan tanggapan atas pencapaian yang diperolehnya dihadapan media:

Peserta ARA 2014 berjumlah 294 peserta yang terdiri dari 274 perusahaan, 17 Dana Pensiun, dan 3 Bank Perkreditan Rakyat. Jumlah peserta meningkat 13% dibandingkan peserta tahun lalu yaitu 261 perusahaan. Apabila dilihat perkembangan peserta sejak kali pertama ARA diselenggarakan pada 2002 hingga saat ini, maka mengalami peningkatan sampai dengan 227%. Peserta ARA 2014 ini terbagi dalam 11 Kategori yaitu:

  1. BUMN Non Keuangan Non Listed
  2. BUMN Non Keuangan Listed
  3. BUMN Keuangan Non Listed
  4. BUMN Keuangan Listed
  5. Private Non Keuangan Non Listed
  6. Private Non Keuangan Listed
  7. Private Keuangan Non Listed
  8. Private Keuangan Listed
  9. BUMD Non Listed
  10. BUMD Listed Dana Pensiun

Kriteria penilaian ARA di-review setiap tahun dan disesuaikan dengan perkembangan terkini dari praktik GCG. Sehingga, diharapkan praktik corporate governance di Indonesia akan terus meningkat sejalan dengan dinamika perkembangan standar dan praktik GCG. Pada ARA 2014 ini, sejumlah perubahan dilakukan untuk menyelaraskan kriteria penilaian dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan peraturan tentang tata kelola dan kriteria ASEAN corporate governance scorecard yang dilaksanakan dalam kerangka Asean Capital Market Forum (ACMF) sebagai bagian dari proses pelaksanaan program ASEAN economic community yang dilaksanakan pada tahun 2015. Beberapa kriteria baru antara lain pengungkapan mengenai keberagaman komposisi dewan komisaris dan direksi dan pengungkapan nama dan persentase kepemilikan 20 pemegang saham terbesar.

Proses penjurian dilakukan melalui tahapan penilaian atas Laporan Tahunan dari seluruhpeserta yang dilakukan dengan beberapa tahapan cek dan ricek. Selanjutnya, dari hasil penilaian tersebut Dewan Juri menentukan nominasipemenang dari setiap kategori untuk masuk tahap wawancara. Berdasarkan tahap-tahap penilaian tersebut pemenang ARA 2014 ditetapkan.

 

Kami siap membantu jika perusahaan anda ingin menyusun Annual Report Tahun 2015.

 

Bank Sumselbabel Juara 1 ARA untuk Kategori BUMD Non Listed

Untuk pertama kalinya Bank Sumsel Babel meraih penghargaan Annual Report Award (ARA) untuk kategori BUMD Non Listed yang diumumkan pada Pengumuman Penyelenggaraan Annual Report Award 2014.  ARA 2014 merupakan penyelenggaraan yang ke-14, dengan mengangkat tema Akuntabilitas dan Transparansi Informasi untuk Memenangkan Persaingan Bisnis dalam Era Integrasi Ekonomi ASEAN.

 

Annual Report PT Bank Sumsel Babel Tahun 2014 - PT Multi Utama Indojasa - Kontak 021 78847078-78841036

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Aidil, mengucapkan syukur atas pencapaian yang diperoleh untuk pertama kalinya tersebut.

 

Kami siap membantu jika perusahaan anda ingin menyusun Annual Report Tahun 2015.

 

Annual Report sebagai Disclosure Implementasi GCG

Annual Report sebagai Disclosure Implementasi GCG by Aris Setiawan

Pemenang ARA 2014 MUC Consulting Group Multi Utama Indojasa

 

Annual Report (Laporan Tahunan) merupakan salah satu bentuk dari pengungkapan implementasi GCG Perusahaan. Laporan yang disusun oleh Direksi ini memuat secara umum dan menyeluruh atas kinerja perusahaan selama tahun terakhir, baik dari aspek finansial, manajemen dan aspek lainnya. Laporan in ditujukan sebagai salah satu tanggung jawab manajemen kepada Pemegang Saham. Hal lain yang terdapat pada laporan ini salah satu bentuk implementasi prinsip dalam GCG seperti yang terdapat pada artikel sebelumnya yaitu “Prinsip-prinsip GCG” khususnya prinsip transparency.

Apakah Annual Report hanya memuat prinsip transparency?

Annual Report memuat informasi yang diharuskan valid dan relevan dengan kondisi yang sebenarnya terjadi pada Perusahaan. Artinya, semua informasi yang diungkap dalam Annual Report dapat dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan, jadi apa yang tertulis dan tergambar dalam Annual Report adalah sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.

Pada dasaranya, Annual Report  lebih menekankan pada implementasi prinsip GCG transparency, namun secara umum, Annual Report juga memperlihatkan informasi mengenai implementasi prinsip-prinsip GCG yang lainnya. Pada prinsip transparency sudah sangat jelas bahwa Annual Report merupakan media publikasi perusahaan dalam disclosure aspek-aspek kinerja penting perusahaan. Prinsip responsibility pada Annual Report terbukti bahwa dengan perusahaan menyusun Annual Report adalah salah satu pelaksanaan tanggung jawab kepada Pemegang Saham dan Regulator. Prinsip accountability dalam Annual Report terlihat pada uraian-uraian GCG misalnya fungsi, sistem, dan struktur yang mencerminkan pelaksanaan yang sebenarnya. Prinsip independency dalam Annual Report terlihat pada manajeman yang mengelola Perusahaan sesuai Anggaran dasar Perusahaan dan regulasi, misalnya dibuktikan dalam bentuk assessment pada setiap organ, contoh assessment Direksi. Dan prinsip fairness dapat dilihat pada aspek tertentu yang bersinggungan dengan kinerja saat ini misal kebijkaan dividen dan uraian mengenai pemegang saham.

Apakah setiap perusahaan wajib menyusun Annual Report?

Dasar hukum penyusunan Annual Report sebagaimana dengan tegas diatur dalam Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas atau lebih sering disebut UUPT, yang diterapkan baik pada perusahaan terbuka (Tbk) maupun perusahaan tertutup (privat), menyatakan perusahaan wajib menyusun Annual Report. Dalam UUPT pasal 66 ayat (1) disebutkan bahwa:

Direksi menyampaikan laporan tahunan kepada RUPS setelah ditelaah oleh Dewan Komisaris dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir.

Pengaturan UUPT terhadap penyampaian Annual Report tidak sebatas pada pasal tersebut, namun bisa dilihat dari pasal 63 sampai 71 pada UUPT. Dalam UUPT tersebut juga dicantumkan minimal cakupan informasi yang harus disampakian dalam Annual Report.

Selain menjadi implementasi tanggung jawab perusahaan terhadap pertauran, apa manfaat lainnya yang diperoleh dari menyususn Annual Report?

Selain menjadi aspek pemenuhan terhadap kewajiban perusahaan, Annual Report juga dapat menjadi mediator perusahaan dengan stakeholder. Annual Report menjadi media komunikasi pemasaran yang kreatif bagi perusahaan untuk menambah daya tarik perusahaan di mata pemegang saham, konsumen, masyarakat, serta stakeholder lainnya. Tujuannya, menginformasikan prestasi perusahaan yang nantinya diharapkan mampu mengubah persepsi publik menaikkan nilai dan citra baik perusahaan.

Dengan penulisan Annual Report yang baik dan tepat akan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan. Setidaknya ada 3 (tiga) ciri Annual Report yang baik adalah:

1. baik dari sisi penulisan. Penulisan yang mampu menumbuhkan citra positif yang kuat guna mendukung pemasaran dan corporate branding.

2. baik dari sisi desain visual. Penyajian desain, layout, serta fotografi yang komunikatif. Berkesinambungan dengan konsep pesan isi buku. Tidak keluar dari identitas perusahaan.

3. baik dari sisi konten. Penulisan isi dan uraian-uraiannya harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Baik peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) maupun Annual Report Award (ARA). Dari sisi ARA, ukurannya adalah peroleh skor ARA yang tinggi.

Oleh karena itu, selain dari manajemen internal perusahaan, tim penyusun Annual Report juga dibutuhkan dukungan dari pihak eksternal yang memiliki kompetensi didalam penyususnan Annual Report.

Apa itu Annual Report Award (ARA)?

Annual Report Award 2014 MUC Consulting Group 021-78841036

 

 

ARA adalah merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan sebagai bentuk transparansi informasi atas upaya penerapan pengelolaan perusahaan yang baik dan berintegritas. Ajang penghargaan diselenggarakan atas kerjasama 7 (tujuh) instansi penyelenggara yaitu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian BUMN, Bank Indonesia, Direktorat Jenderal Pajak, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Dari pertama kali dilaksanakan peserta ARA semakin meningkat jumlah partisipannya. Dalam ajang ini perusahaan dimasukkan dalam 11 (sebelas) kategori. Pelaksanaan ARA pada tahun ini dapat dilihat pada artikel “Juara Annual Report 2014“.

Kesimpulannya, Annual Report wajib disusun dan disampaikan oleh perusahaan. Penyusunan Annual Report sebaiknya dilakukan dengan metode penulisan yang baik sehingga dapat mencerminkan kondisi perusahaan yang sebenarnya dan dapat memberikan manfaat serta menambah nilai/citra baik bagi perusahaan. Penyusunan dapat dibantu oleh pihak independen/eksternal yang berkompeten dibidangnya.

 

Jeli Menilai Perusahaan, Jangan Tertipu

Jeli Menilai Perusahaan, Jangan Tertipu by Ferra Shirly Amelia

Beberapa pemilik perusahaan, shareholder maupun calon investor, seringkali hanya berfokus pada laporan keuangan tahun berjalan saja.  Posisi laba yang meningkat dianggap sudah cukup menjadi penilaian atas kinerja perusahaan selama satu tahun. Padahal, hal tersebut belumlah mampu untuk menilai bagaimana kinerja perusahaan yang sebenarnya.  Faktor lain yang uga sangat penting yaitu implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), yang seringkali masih diabaikan ole banyak perusahaan.  Terlebi lagi di Indonesia, dimana kasus korupsi masih marak terjadi.

Financial Report- PT Multi Utama Indojasa (MUC Consulting Group) - Kontak 021 78847078-78841036

Pada tahun 2014, Indonesia mendapatkan peringkat 107 dari 174 negara yang disurvei oleh Transparency International dengan pencapaian skor 34 pada skala nol (korupsi tertinggi) hingga 100 (bersih dari korupsi).  Kurang tegasnya sanksi yang diberikan oleh Pemerintah, denda yang tidak seberapa sebanding dengan hasil korupsinya, hukuman penjara yang hanya beberapa tahun saja, belummampu memberi efek jera terhadap publik.  disinilah sebenarnya peran GCG sangat dibutuhkan.  Sebagai pemilik, penanam modal, maupun calon investor, tentu tidak ingin uang yang telah atau akan Anda investasikan tersebut tidak dikelola dengan baik, atau mungkin sudah mendapatkan hasil tetapi sebenarnya hasil tersebut belum optimal.

Ingatlah selalu “agency theory (teori keagenan)” dimana pihak manajemen adalah pihak yang dikontrak oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan pemegang saham dan pihak manajemen harus mempertanggungjawabkan semua pekerjaannya kepada pemegang saham.  Akan tetapi pada kenyataannya, karena hampir seluruh informasi perusahaan yang mengetahui adalah manajemen selaku pengelola, dengan asumsi sifat manusia adalah tidak pernah puas, mereka mempunyai kepentingan untuk mekasimalkan keuntungan bagi diri mereka sendiri.  Dan saat kondisi tersebut terjadi, maka berbagai tindak penyimpangan maupun kecurangan dapat terjadi.   Ditambah lagi jika tata kelola perusahaan belum berjalan efektif.  Karena itulah mengapa GCG penting dan harus diimplementasikan pada setiap perusahaan.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melihat dan sejauhamana kinerja perusahaan dan implementasi tata kelola perusahaan telah dijalankan:

1. Membandingkan laporan keuangan tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.  jangan hanya puas dengan melihat laba tahun berjalan yang meningkat meskipun kenaikannya signifikan.  Bandingkan terlebih dahulu prosentase kenaikan laba tahun berjalan (n) dengan prosentase kenaikan laba tahun sebelumnya (n-1).  jikalau prosentase kenaikan laba tahun (n) lebih rendah daripada tahun (n-1), maka ada dua hal yang perlu dicermati yakni:

  • Faktor eksternal, yaitu terkait dengan faktor bagaimana kondisi perekonomian di tahun berjalan. Jika kondisi perekonomian sedang bergejolak, inflasi meningkat, daya beli masyarakat turun, tentulah hal tersebut wajar jikalau berpengaruh terhadap pencapaian laba tahunan perusahaan.  Akan tetapi jika kondisi perekonomian di tahun berjalan stabil, inflasi terkendali, daya beli masyarakat yang baik, maka perlu ditelisik lebih lanjut mengapa pencapaian laba tahun berjalan tidak sebaik tahun sebelumnya.
  • Faktor internal, merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pencapaian laba tahun berjalan jika jika faktor eksternalnya baik-baik saja.   Di tengah perekonomian yang kondusif, apabila prosentase kenaikan laba tahun (n) lebih rendah daripada tahun (n-1), maka faktor inilah yang harus dicermati lebih lanjut.  Pastikan pengenadlian internal perusahaan sudah dilakukan dengan baik.  Diantaranya dapat dinilai dari:

Bagaimana perusahaan mencatat dan mendokumentasikan setiap transaksi yang terjadi? Sudah benarkah     pengajuannya, verifikasinya, validasinya, maupun tindak lanjut atas transaksi tersebut? Nominal yang telah dicatat dan dikeluarkan harus ada hasilnya atau pertanggungjawaban yang sesuai. Jangan sampai uang perusahaan keluar begitu saja, tanpa ada pertanggungjawaban dan hasil yang jelas.

Perhatikan setiap detail atas penjelasan Laporan keuangan, apakah breakdown dari setiap akun yang ada sudah jelas dan Laporan keuangan yang ditunjukkan adalah benar? Pastikan juga perusahaan hanya membuat dan mempunyai satu Laporan Keuangan saja.

Periksa aset perusahaan, apakah nilai fisik dengan yang tercatat sama, penggunaannya sesuai peruntukannya, tidak disalahgunakan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku? Apabila aset tersebut memerlukan pemeliharaan, pastikan juga aset-aset tersebut selalu terawat dengan baik.

Lakukan penilaian terhadap produktivitas pegawai dan perhatikanlah pegawai. Pencapaian yang belum optimal, bisa jadi dikarenakan kurang diperhatikannya kesejahteraan pegawai baik dalam hal gaji, bonus (tunjangan), dsb sehingga pegawai kurang produktif, atau bisa juga dari sisi kualitas sumber daya manusia (SDM) itu sendiri yang kurang di-upgrade atau diikutkan pelatihan-pelatihan sehingga kemampuannya tidak sesuai dengan perkembangan bisnis.

Selanjutnya, selain memperhatikan prosentase kenaikan laba dari perbandingan Laporan keuangan tahun (n) dengan tahun (n-1), masih banyak aspek yang bisa dibandingkan untuk dinilai seperti naik turunnya aktiva, utang, modal, persediaan yang semakin produktif atau menurun, pendapatan tahunan, penilaian efisiensi biaya, sebab akibat naik/turunnya kas perusahaan, dsb.

2. Bagaimana Implementasi Good Corporate Governance (GCG)? Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) di Indonesia masih belum diterapkan sepenuhnya pada setiap perusahaan. Kalaupun beberapa sudah menerapkan, awalnya hal tersebut lebih karena terpaksa akibat adanya regulatory driven (dorongan dari peraturan) seperti pada perusahaan-perusahaan besar yang sudah menjadi perusahaan Tbk dan BUMN. Dimana perusahaan-perusahaan tersebut memiliki kewajiban transparansi informasi kepada publik, terutama investor sahamnya. Sedangkan dorongan dari etika (ethical driven) yang datang dari kesadaran individu-individu pelaku bisnis untuk menjalankan praktik bisnis yang mengutamakan kelangsungan hidup perusahaan, kepentingan stakeholders, dan menghindari cara-cara menciptakan keuntungan sesaat, belum banyak diterapkan dan disadari manfaatnya. Padahal, manfaat dari implementasi GCG itu sendiri sangatlah besar bagi perusahaan. Prinsip-prinsip pokok corporate governance yang perlu diperhatikan untuk terselenggaranya praktik GCG adalah: transparency (keterbukaan informasi), accountability (akuntabilitas), responsibility (pertanggungjawaban), independency (bebas/tanpa tekanan atau intervensi), dan fairness (keadilan).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D.Hadad dalam bisnis.com (29/4/2014) menjelaskan bahwa, “dengan penerapan (GCG), perusahaan dapat mendulang berbagai manfaat yang sekaligus dapat mendorong kinerja keuangan. Pimpinan perusahaan harus mengambil keputusan yang didasarkan pada keseimbangan dan akuntabilitas, sehingga pengambilan keputusan tersebut diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Perusahaan yang menerapkan GCG juga dinilai lebih menarik oleh perbankan, sehingga perusahaan bisa mendapatkan kemudahan pembiayaan. Selain itu biaya juga akan lebih murah serta dapat meningkatkan core value perusahaan tersebut, dan perusahaan yang mengimplementasikan GCG akan lebih dipercaya oleh investor. Hal tersebut penting bagi pelaksana pasar modal. Pasalnya, dengan tumbuhnya kepercayaan investor kepada emiten, dinilai dapat mendongkrak jumlah investor yang masuk ke pasar modal.”

Terlebih lagi di tahun 2015 ini, memasuki ASEAN Economic Community (AEC), implementasi GCG di perusahaan menjadi tuntutan. Akan semakin banyak perusahaan Indonesia yang berusaha “go ASEAN”. Bahkan penilaian GCG saat ini sudah mulai menggunakan aturan GCG yang ada di ASEAN Corporate Governanve Scorecard. Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Mas Achmad Daniri, dalam swa.co.id 09/05/2014 mengatakan, “kalau satu perusahaan akan menjadi perusahaan multinasional, maka yang harus dicontoh adalah best practices internasional.” Perusahaan yang ingin bertumbuh semakin besar dan memperluas bisnisnya sampai keluar Indonesia, maka baginya GCG adalah sebuah keharusan.

Disamping itu, penerapan GCG saja belum cukup. Assessment GCG secara berkala satu atau dua tahun sekali juga sangat penting dilakukan untuk mengetahui sejauhmana GCG telah diimplementasikan. Aspek yang masih kurang dalam implementasinya akan dapat terungkap melalui assessment, sehingga implementasi GCG diharapkan akan semakin baik dari tahun ke tahun.

3. Dengan Menyusun Laporan Tahunan (Annual Report). Laporan tahunan sangat jauh berbeda dengan laporan keuangan. Isinya pun jauh lebih kompleks dan hal yang diungkap jauh lebih banyak serta mendetail berikut dengan analisa-analisa dan perbandingan-perbandingan semua aspek kinerja dari tahun ke tahun. Laporan tahunan sebenarnya juga dapat dijadikan sebagai alat monitoring kinerja perusahaan yang sangat simple tanpa harus menelisik langsung ke dalam. Content-nya pun sudah termasuk Laporan keuangan. Pastikan saja Laporan keuangan tersebut telah diaudit oleh pihak yang independen dan terpercaya.

Dalam Laporan tahunan yang baik, berbagai aspek dapat kita cermati. Mulai dari ikhtisar data keuangan penting dimana kita dapat melihat informasi tentang penjualan/pendapatan, laba/rugi, investasi, aset, liabilitas, ekuitas, rasio-rasio keuangan, saham/obligasi, dan lain sebagainya, sehingga dapat dengan mudah kita bandingkan dan kita nilai bagaimana perkembangannya dari tahun ke tahun. Dan apabila kita masih ingin menilai lebih dalam lagi, kita dapat melihat pada bagian analisa pembahasan manajemen. Di dalamnya berisi beragam analisis dan pembahasan yang diantaranya: a. Tinjauan operasi per segmen usaha, meliputi penjelasan masing-masing segmen usaha dan hasil kinerja per segmennya; b. Laporan pengelolaan sumber daya manusia, meliputi jumlah & komposisi pegawai yang dimiliki perusahaan, program-program atau upaya yang dilakukan perusahaan terkait peningkatan kualitas SDM, penilaian produktivitas pegawai, besarnya gaji, insentif/bonus, maupun reward and punishment yang diberikan perusahaan, dan lain sebagainya; c. Analisis kinerja keuangan, meliputi perbandingan antara kinerja keuangan tahun (n) dengan tahun (n-1) disertai pembahasan mengenai penyebab naik/turunnya aset, utang, ekuitas, pendapatan, laba/rugi, maupun arus kas; d. Analisis kemampuan perusahaan dalam membayar hutang dan tingkat kolektibilitas piutang termasuk perbandingannya dengan tahun (n-1); e. Penjelasan atas struktur modal; f. Bahasan mengenai investasi barang modal; g. Perbandingan antara target awal tahun buku dengan realisasi, dan target yang ingin dicapai untuk satu tahun mendatang; h. Informasi dan fakta material setelah tanggal Laporan akuntan; i. Kebijakan Dividen; j. Kontribusi kepada negara; k. Informasi material mengenai investasi, ekspansi, divestasi, akuisisi, dan restrukturisasi hutang/modal; l. Informasi transaksi material yang mengandung benturan kepentingan atau transaksi dengan pihak afiliasi; m. Perubahan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan; n. Perubahan kebijakan akuntansi yang diterapkan pada tahun buku terakhir; o. Prospek perusahaan dikaitkan dengan kondisi industri dan ekonomi berdasar bukti kuantitatif dari sumber yang dapat dipercaya; p. Aspek-aspek lain seperti uraian tentang Key Performance Indicator (KPI), tingkat kesehatan perusahaan, dan lain sebagainya.

Selanjutnya, apakah sampai disitu saja pengungkapannya? Belum selesai, karena disamping hal-hal yang sudah tersebut di atas, dapat dilihat pula sejauh mana tata kelola perusahaan yang baik (GCG) yang sudah diimplementasikan pada perusahaan tersebut. Uraian tentang dewan komisaris dan direksi terkait pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, penetapan renumerasi, program peningkatan kompetensi, dan sebagainya termasuk assessment terhadap dewan komisaris dan direksi, uraian komite-komitenya, sekretaris perusahaan, RUPS, pengendalian internal, manajemen risiko, penerapan dan hasil penilaian GCG pada perusahaan, parameter yang diukur, rekomendasi atau kekurangan yang ditemukan, sampai dengan menindaklanjuti temuan, dibahas detil dalam bab GCG dalam Laporan tahunan. Selain itu, pengungkapan whistleblowing system mengenai pengelolaan laporan tentang adanya indikasi pelanggaran maupun fraud yang terjadi serta tindaklanjut dan status atas laporan yang disampaikan tersebut juga diungkap dalam bab GCG.

Sedangkan aspek lain yang juga diungkap dalam annual report yaitu tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility), yang menguraikan kebijakan-kebijakan manajemen berikut program-program tanggung jawab sosial perusahaan berbasiskan prinsip triple bottom line (People, Profit, Planet “3P”) pada aspek lingkungan hidup, ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan, sampai pada tanggung jawab perusahaan terhadap konsumen.

Dari sekilas uraian tentang annual report tersebut, maka dengan melihat dan mencermati sebuah laporan tahunan perusahaan, kita akan dapat dengan mudah mengetahui kinerja perusahaan selama satu tahun berjalan. Apakah kinerjanya mengalami peningkatan atau penurunan dibandingkan tahun sebelumnya? Faktor-faktor apa saja penyebabnya? Bagaimana target dan langkah ke depannya? Bagaimana prospek usahanya? Bagaimana tata kelola dan keberlangsungan usahanya? Semuanya akan dapat kita ketahui dalam annual report.

Sayangnya, karena banyak sekali content yang harus digarap, disajikan, dan diungkap oleh perusahaan serta cukup memakan waktu, seringkali perusahaan menyusun annual report seadanya, sehingga belum memenuhi kaidah dan ketentuan yang dipersyaratkan, antara lain kriteria Annual Report Award (ARA), Peraturan Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Padahal, saat ini telah hadir konsultan annual report yang siap membantu perusahaan-perusahaan dalam menyusun annual report-nya. Salah satunya adalah Kami, PT Multi Utama Indojasa (MUC Consulting Group). Kami telah berpengalaman mengantarkan klien-klien kami menjadi juara dalam ajang bergengsi Annual Report Award (ARA) dan Sustainability Reporting Award (SRA).

Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan, “Dengan ikut ARA, apalagi menang, maka perusahaan akan (1) mendapatkan apresiasi dari kreditur (soal pemberian kredit/pinjaman), (2) pandangan baik dari calon investor, dan pada akhirnya (3) menjaga kelangsungan usaha perusahaan.” Dengan demikian, tidak ada kata sulit untuk memulai, apabila manfaat yang diperoleh sangatlah besar. Terlebih kami, PT Multi Utama Indojasa (MUC Consulting group) sebagai Konsultan Penyusun Annual Report selalu siap membantu anda.

Ferra Shirly Amelia www.muc-advisory.com